Saturday, January 29, 2011

KOMUNITAS YAHUDI INDONESIA


Keberadaan orang-orang Yahudi di Manado sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Saat ini, anak keturunan mereka berusaha membangun comunitas dan melestarikan akar dan tradisi dari ajaran Yahudi. Berdirinya Tugu Menorah Yahudi terbesar di dunia bisa jadi salah satu simbol kebangkitan mereka.
 

Disertasi Theo Kamsa dari Vrije Universitiet, Amsterdam, Belanda, mengenai kebaradaan orang-orang Yahudi yang berdiaspora di kawasan Selat Malaka pada April 2010 makin menguatkan fakta dan data mengenai keberadaan Yahudi di negeri ini. Disertasi tersebut menggambarkan tentang keberadaan mereka sejak zaman Belanda hingga kini. Dalam edisi berbahasa Inggris yang beredar ke publik, judul disertasi tersebut adalah “The Jewish Diasporascape in the Straits: An Etnographic Study of Jewish Bussiness Accros Border”. Theo Kamsa meneliti keberadaan beberapa komunitas Yahudi Selat Malaka, seperti Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Khusus di Indonesia, ia mewawancarai para Jewish dan anggota komunitas Yahudi yang berada  di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Manado. 

AMERIKA DALANG GEMPA DI DUNIA

Angkatan Laut Rusia dalam sebuah laporan menyebut gempa bumi yang terjadi di Haiti akibat uji coba senjata HAARP (High Frequency Active Auroral Reasearch Program) oleh militer Amerika dan menyebut target berikut dari ujicoba ini adalah menghancurkan Iran dan menggulingkan pemerintah saat ini melalui gempa bumi. 

HAARP mengembangkan senjata ekologi yang digunakan dengan cara mengirimkan energi luar biasa ke lapisan ionospher, memancing reaksi energi yang sangat dari seluruh molekul lapisan bagian lapisan atmospher tersebut. Fenomena ini akan dapat menimbulkan berbagai macam gangguan cuaca seperti kekeringan, hujan salju, hujan lebat, cuaca dingin, tsunami, badai, gempa, dan lain-lain.

Situs Walternet dalam sebuah laporan berjudul "Apakah Amerika punya peran dalam terjadinya gempa bumi Haiti?" menulis, berdasarkan pernyataan surat kabar Russia Today, Hugo Cavez, Presiden Venezuela menuding Amerika bertanggung jawab atas terjadinya rententan gempa bumi terakhir di Laut Karibia, termasuk gempa bumi di Haiti.

Secercah harapan kebangkitan Islam di Tanah Nabi


Setelah Ben Ali lari dari Tunisia, Mubarak di Mesir akan digusur. Semua diktator itu berkuasa berkat dukungan Amerika Serikat

Ini adalah Jumat bersejarah. Hari itu, 28 Januari 2011, puluhan ribu massa berdemonstrasi di Kairo menuntut mundurnya Presiden Husni Mubarak yang sudah berkuasa 30 tahun. Dan apa yang terjadi merupakan demonstrasi terbesar yang pernah terjadi selama ini untuk menantang penguasa.

Seusai Shalat Jumat, massa dari masjid-masjid di ibu kota Mesir itu berhamburan ke jalan-jalan. Mereka kemudian berhadapan dengan polisi yang menembakkan gas air mata, peluru karet, dan semprotan air (water cannons). Para demonstran membalasnya dengan timpukan batu atau apa saja yang mereka temukan. Dari balkon rumah di sepanjang jalan, penduduk memberikan air dan jeruk untuk demonstran yang matanya terkena gas air mata, tapi menimpuki polisi dengan kayu dan batu.

 Saksi mata menyebutkan kerumunan setidaknya 10.000 massa mencoba mencapai Tahrir Square, di pusat Kairo yang tampaknya pada hari itu dijadikan sentral gerakan. Tak sedikit di antara mereka menginjak-injak foto Husni Mubarak sembari berteriak-teriak, ‘’Jatuhlah Mubarak’’. Selain di Kairo, demo pecah di kota lain seperti Suez, Alexandria, dan Al Arish.