Setelah Ben Ali lari dari Tunisia, Mubarak di Mesir akan digusur. Semua diktator itu berkuasa berkat dukungan Amerika Serikat
Ini adalah Jumat bersejarah. Hari itu, 28 Januari 2011, puluhan ribu massa berdemonstrasi di Kairo menuntut mundurnya Presiden Husni Mubarak yang sudah berkuasa 30 tahun. Dan apa yang terjadi merupakan demonstrasi terbesar yang pernah terjadi selama ini untuk menantang penguasa.
Seusai Shalat Jumat, massa dari masjid-masjid di ibu kota Mesir itu berhamburan ke jalan-jalan. Mereka kemudian berhadapan dengan polisi yang menembakkan gas air mata, peluru karet, dan semprotan air (water cannons). Para demonstran membalasnya dengan timpukan batu atau apa saja yang mereka temukan. Dari balkon rumah di sepanjang jalan, penduduk memberikan air dan jeruk untuk demonstran yang matanya terkena gas air mata, tapi menimpuki polisi dengan kayu dan batu.
Saksi mata menyebutkan kerumunan setidaknya 10.000 massa mencoba mencapai Tahrir Square, di pusat Kairo yang tampaknya pada hari itu dijadikan sentral gerakan. Tak sedikit di antara mereka menginjak-injak foto Husni Mubarak sembari berteriak-teriak, ‘’Jatuhlah Mubarak’’. Selain di Kairo, demo pecah di kota lain seperti Suez, Alexandria, dan Al Arish.